Yasin Acink

“A good friend in need is a good friend indeed”

Pada awalnya Acink, yang berdomisili di Makassar, berencana hanya akan turut perjalanan hingga ke Bira di tanggal 24 Desember. Lalu lanjut ke Labaja. Terus sampai Enrekang. Kemping di kebun sawit Masamba. Rantepao. Batutumonga. Pendolo. Siuri. Sebelum akhirnya berpisah di Masamba pada tanggal 2 Januari. Dengan Toyota Rush-nya, Acink setia menemani kami, memberi tips dan trik dalam mengarungi jalanan Sulawesi, dan menyodorkan berbagai pengalaman kuliner pada rombongan yang selalu kelaparan ini.

Yasin “cameo” Acink selalu muncul tiba-tiba, dan seketika suasana menjadi meriah! Jadi, bagai tatanan dramaturgi yunani, grup kami lengkap sudah dengan kehadirannya.

Teknik muncul tiba-tiba ini memang sangat khas Acink. Ketika niatan membuat warung The Goodlife semakin kuat, tiba-tiba saja Acink muncul dan dengan semangat menggebu bergabung menjadi pendiri awal warung kami tersebut. Dengan berat hati, kami melepas Acink untuk kembali ke Makassar untuk meneruskan tugasnya sebagai pengajar seusai menuntaskan studinya di Bandung. Namun, tentu saja, dengan tiba-tiba Acink muncul kembali di Bandung, untuk kemudian tiba-tiba kembali menghilang.

Teman yang baik akan selalu hadir saat dibutuhkan. Yasin Acink, teman terbaik yang kami miliki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s