Aditya Prabawa “I like it”

“Sepuluh tahun lagi gua bayangkan sedang berlayar, di atas phinisi menuju entah ke mana”, ujar Adit.

Selalu nyengir, positif, serta siap siaga, Aditya Prabawa atau akrab dipanggil Adit adalah teman seperjalanan yang sampurno. Sepanjang perjalanan, tak henti ia berseru “I like it” pada tiap kebahagiaan kecil yang ditemukannya.

Kami berkenalan dengannya pada perjalanan ke Lampung di tahun 2014, ketika ia digiring Annas turut serta menjadi co-driver kendaraannya.

Adit dibesarkan di dalam keluarga pecinta alam. Seperti ayahnya, Adit bergabung dengan keluarga Wanadri dan terlibat dengan berbagai program besar mereka, termasuk Ekspedisi Pulau Terluar selama 6 bulan. Di bulan ketiga, tak disangka Adit disergap kebosanan “Wagabener, masa gua harus kehilangan kecintaan gua pada petualangan?”. Seusai ekspedisi, Adit memutuskan buat bekerja di perusahaan, dan menggunakan waktu cutinya untuk berpetualang. Untungnya, jenis pekerjaan yang ia pilih cukup dinamis sehingga menjauhkannya dari jebakan kebosanan bekerja.

Adit berpetualang bukan mengejar machoisme khas pecinta alam, ia berpetualang demi memenuhi kecintaannya pada hidup. Darat, lautan, tak masalah untuknya, sepanjang tawaran cinta ada di sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s